Nonosoft

Nonosoft

Minggu, 17 Mei 2026

BELAJAR SEJARAH TOKOH DAN PENDIRI SEMARANG, MURID SDN SIWALAN BANGGA MENJADI WARGA SEMARANG Outing Class dalam Peringatan Hari Jadi Kota Semarang ke-479 dan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Semarang ke-479 dan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 SDN Siwalan Gayamsari Kota Semarang melaksanakan pembelajaran luar kelas (Outingclass) dengan melakukan ziarah dan study tokoh dan pendiri Kota Semarang ke Makam Eyang Siwalan, Petilasan KH Sholih Darat, Makam Ki Ageng Pandanaran dan Kunjungan ke Museum Ronggowarsito. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 05 Mei 2026 diikuti oleh 111 murid kelas IV dan V SDN Siwalan didampingi oleh 8 guru Melaui Outingclass ini suasana belajar berbeda dirasakan murid-murid kelas IV dan V SDN Siwalan karena bisa belajar langsung dilapangan dengan narasumber yang berkompeten. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak mengenal lebih dekat sejarah pendiri dan tokoh-tokoh penting Kota Semarang, dengan narasumber yang kompeten. Kegiatan ini diharapkan mamapu membangkitkan rasa bangga sebagai warga Semarang. Kegiatan pertama dilakukan dengan ziarah di Makam Eyang Siwalan. Kegiatan dimulai dengan ziarah dan berdoa yang dipimpin oleh Sutarman, S.Pd. salah satu guru SDN Siwalan. Setalah ziarah dilanjuktan dengan penjelasan sejarah Kelurahan Siwalan dan Makam Eyang Siwalan oleh Drs. Pramoto Hadi, Lurah Siwalan periode 2014-2019. Kegiatan ini turut dihadiri pihak Politeknik PU yakni Ditya Adipurna, serta Lurah Siwalan Niken Nugrahaeni, S.E. Pramoto Hadi, selaku narasumber, menjelaskan bahwa Kelurahan Siwalan merupakan hasil pemekaran wilayah dari Kelurahan Sambirejo. Nama Kelurahan Siwalan dimbil dari adanya situs makam keramat Eyang Siwalan yang saat ini berada di Kawasan kampus Politeknik Pekerjaan Umum. Disebut Eyang Siwalan karena di dekat makam terdapat pohon siwalan tua. Meski sosok Eyang Siwalan belum diketahui secara pasti, cerita tentang beliau terus diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Area makam itu dulunya merupakan kedhogan atau terminal kuda pada masa Kerajaan Demak. Para murid tampak antusias mendengarkan penjelasan sejarah Kelurahan Siwalan oleh narasumber. Banyak siswa mengaku baru mengetahui asal-usul nama Kelurahan Siwalan dan merasa bangga menjadi anak Siwalan .
Murid SDN Siwalan berziarah ke Makam Eyang Silawan di kolek Politenik PU, dipimpin oleh Bpk. Sutarman,S.Pd.
Drs. Pramoto Hadi, Lurah Siwalan periode 2014-2019. Menjelaskan sejarah Kelurahan Siwalan dan Makam Eyang Siwalan kepada murid murid SDN Siwalan, disaksikan oleh Ditya Adipurna dari Politeknik PU, Niken Nugrahaeni, S.E.Lurah Siwalan, Muhyidin, S.Ag.,M.Pd.I Kepala SDN Siwalan, para pendamping guru SDN Siwalan dan beberapa staf dari Politeknik PU Obyek kedua yang dikunjungi dalam outingclass ini , adalah Petilasan Mbah KH Sholih Darat, di Kp. Darat Jl. Kakap Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara. Di sini selain berdoa tahlil, murid murid melihat lihat lingkungan petilasan rumah, langgar, dan pondhoan Mbah Sholih Darat dilanjutkan mengikuti penjelasan dari KH Lukmanul Hakim selaku Dzurriyah KH Sholih Darat. Beliau menjelaskan bahwa kawasan petilasan dulunya, merupakan area makam Sayyid keturunan Arab. Disini KH Sholih Darat tinggal dan mengajar santri santrinya. Namun akibat penurunan tanah dan genangan air yang terus-menerus sehingga pada masa Belanda, kawasan tersebut diuruk sehingga makam-makam lama, termasuk makam keluarga KH Sholih Darat, hilang tertutup tanah. Diantara santri yang pernah berguru dengan KH Sholih Darat diantaranya KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama, KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, KH Munawwir pendiri Ponpes Al Munawwir Krapyak Jogjakarta. Selain dikenal sebagai ulama besar, KH Sholih Darat juga memberikan pengaruh besar terhadap pemikiran dan semangat belajar RA Kartini. Berawal dari kegelisahan Kartini yang tidak memahami arti bacaan Al-Qur’an karena masih menggunakan bahasa Arab, KH Sholih Darat kemudian menerjemahkan dan menulis tafsir Al-Qur’an dalam bahasa Jawa beraksara pegon agar lebih mudah. Dari sinilah semangat RA Kartini dalam memperjuangkan pendidikan dan ilmu pengetahuan semakin tumbuh.
KH Lukman Hakim, Keturunan ke-4 KH Sholih Darat menjelaskan petilasan KH Sholih Darat di Kp. Darat Jl. Kakap Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara kepada murid SDN Siwalan dan para pendampingnya Kegiatan outing class juga dilanjutkan ke Museum Ronggowarsito. Di sini murid-murid mengamati benda-benda replika bersejarah sambil mencatat narasi narasi yang tertempel di sampingnya, seperti Sejarah Ronggowarsito, macam-macam batik, fosil-fosil dan lain sebagainya. Sebelum pulang, murid-murid makan siang dan salat dhuhur berjamaah di Masjid Ki Ageng Pandanaran dilanjutkan berziarah di makam Ki Ageng Pandanaran yang terletak di Mugas Semarang Selatan
Murid kelas IV dan V SDN Siwalan belajar sejarah di Museum Ronggowarsito dengan mengamati jejak jejak sejarah yang ada di Museum Sebelum kegiatan ziarah dimulai Anik Pandansari, dzuriyyah Ki Ageng Pendanaran selaku narasumber menceritakan cikal bakal Semarang dan Sejarah Ki Ageng Pandanaran. Beliau menceritakan bahwa asal mula nama "Semarang": Berasal dari fenomena alam di wilayah Tirang Amper (sekitar Bergota) pada akhir abad ke-15, di mana Ki Ageng Pandanaran I menemukan banyak pohon asam yang tumbuh jarang-jarang (bahasa Jawa: Asem Arang). Beliau wafat dimakamkan di Mugas. Setelah wafat, posisinya digantikan oleh anaknya, Pangeran Mangkubumi, yang dikenal sebagai Ki Ageng Pandanaran II. Pada abad-8 Ki Ageng Pandanaran II mampu mengubah wilayah perbukitan berkembang menjadi kota pelabuhan yang penting. Dari sini Sultan Hadiwijaya raja Demak menilai Semarang layak menjadi kota kabupaten, selanjutnya pada tanggal 2 Mei 1547 (12 Rabiul Awal 954 H) bersamaan peringatan Maulid Nabi, Ki Pandan Aran II melantik menjadi Bupati Semarang pertama. Seiring dengan perkembangan pesat wilayah ini di bawah pimpinan Ki Pandan Aran II. Penetapan ini menjadi dasar diperingati Hari Jadi Semarang setiap tanggal 2 Mei. Muhyidin, Kepala SDN Siwalan mengatakan bahwa melalui kegiatan outungclass dengan ziarah dan kunjungan edukatif ini, para peserta memahami perjalanan sejarah, budaya, dan perkembangan Semarang secara langsung dari sumber sejarah yang masih terjaga hingga saat ini, sehingga kegiatan outing class tidak hanya menjadi sarana pembelajaran di luar kelas, tetapi juga upaya menanamkan nilai sejarah, budaya, dan keteladanan tokoh-tokoh ulama kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap siswa tidak hanya belajar dari buku pelajaran, tetapi juga mengenal langsung sejarah dan budaya daerahnya. Dengan demikian, rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai warga Semarang dapat tumbuh sejak dini. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memepringati Hari Jadi Kota Semarang ke-479 dan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 tanggal 2 Mei 2026.
Murid SDN Siwalan belajar sejarah Berdirinya Kota Semarang dan Ki Ageng Pandanaran dari sumber yang kompeten, Anik Pandansari, dzuriyyah Ki Ageng Pendanaran Selamat Hari Jadi Kota Semarang ke-479 dan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 Pendidikan Bermartabat,Semarang Semakin Hebah..!

Senin, 19 Mei 2025

SDN SIWALAN MENGINISIASI PEMBENTUKAN KELURAHAN TEMATIK SIGASEM (SIWALAN GAYAM ASEM)BERSAMA LURAH SIWALAN DAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SEMARANG

Diskusi Mewujudkan Kelurahan Tematik SiGasem antara SDN Siwalan diwakili oleh Muhyidin selaku Kepala sekolah dan guru Rheza Ersalina, S.Pd., dari Kelurahan diwakili oleh E. Etty Dwi Wahyuningsih, SE mewakili lurah dan Purwanto, dari Tim DLH dipimpin oleh Indriana Puspita Widyasari, ST,MT Kepala Sub Koordinator Konservasi Keanekaragaman Hayati bersama anggotanya: Kritasnti, Fadhil Adi Pamungkas, Muhammadan Rayhan, dan Arya Putra Ramhadanu. Tim Sub Koordinator Konservasi Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang melakukan kunjungan di SDN Siwalan pada tanggal 23 April 2025. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui lebih jauh tentang Program Si Gasem SDN Siwalan dan Rencana mewujudkan Kelurahan Tematik Si-Gasem di Kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari. Dalam kunjunganya tersebut juga melakukan pertemuan dengan pihak SDN Siwalan dan Kelurahan Siwalan untuk melakukan diskusi. Hadir dalam pertemuan ini dari SDN Siwalan diwakili oleh Muhyidin selaku Kepala sekolah dan guru Rheza Ersalina, S.Pd., dari Kelurahan diwakili oleh E. Etty Dwi Wahyuningsih, SE mewakili lurah dan Purwanto, dari Tim DLH dipimpin oleh Indriana Puspita Widyasari, ST,MT Kepala Sub Koordinator Konservasi Keanekaragaman Hayati bersama anggotanya: Kritasnti, Fadhil Adi Pamungkas, Muhammadan Rayhan, dan Arya Putra Ramhadanu. Dalam pertemuan tersebut, Muhyidin menjelaskan bahwa SiGasem, merupakan program SDN Siwalan dalam mengenalkan tanaman siwalan, gayam dan asem sebagai tanaman yang berkaitannya dengan nama wilayah Siwalan, Gayamsari dan Semarang sebagai program kearifan lokal. Program ini diawali dengan louncing tanaman Ikonik Si-Gasem pada Tanggal 16 Februari 2024 bersamaan dengan Peringatan Isro’ Mi’roj di halaman SDN Siwalan. Upaya sekolah untuk mengenalkan tanaman siwalan, gayam dan asem pada siswa dengan melakukan konservasi melalui pembibitan tanaman siwalan, gayam, dan asem dari biji. Hasil pembibitan ini telah ditanam oleh siswa untuk penghijauan di lionfgkungan sekolah. Namun untuk bibit siwalannya gagal tumbuh. Sekolah tidak hanya mengenalkan pohonnya saja tapi juga mengenalkan makanan olahan dari siwalan, gayam dan asem dalam berbagai kegiatan. Diantanya melalui Kedai SiGasem dalam kegiatan Bazar Pesta Siaga Pramuka pada tanggal 18 Februari 2025. Di sini siswa menjajakan buah siwalan, manisan siwalan, kripik gayam, gayam godhog, permen asem, wedang asem. Dalam kegiatan ini banyak pengunjung yang baru mengetahui pohon gayam, dan makan dari gayam. Makanan tersebut selalu dihidangkan ketika ada tamu dinas di SD Siwalan dengan harapan makanan olahan siwalan, gayam dan asem dikenal lebih luas. Selain itu siswa juga dikenalkan tokoh yang terkait dengan tiga wilayah tersebut dengan ziarah ke Makam Mbah Siwalan di Politeknik PU, Makam Pangeran Adipati Surohardi Menggolo di Tambakrejo, KH Sholih Datar di Pemakaman Bergota dan Makam Ki Ageng Pandanaran. Kegiatan ini telah dijadikan agenda tahunan dilaksanakan tanggal 2 Mei dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional dan hari Jadi Kota Semarang. Dari kegiatan ini diharapkan siswa bisa ke depan bisa memiliki karakter bangga dengan wilayah tempat tinggalnya sehingga dapat mejaga kelestarian lingkungannya. Kepala sekolah menyadari keterbatasan lahan yang ada di SDN Siwalan, sehingga tidak mungkin dilakukan penanaman tanaman yang jumlahnya banyak. Lurah Siwalan, Niken Nugrahaini SE dalam sambutan louncing tanaman ekonik tersebut sangat mengapresiasi dan tertarik kegiatan ini, beliau berkeinginan untuk mengembangkan tanaman tersebut di kelurahan Siwalan sebagai ikon kelurahan Siwalan sekaligus meningkatkan perekonomian warga melalui olahan siwalan gayam dan asem. Oleh karena itu SDN Siwalan terus menjalin komunikasi dengan Kelurahan Siwalan dan hasinya ada keinginan Kelurahan Tematik Si-Gasem. Keinginan ini ditandai dengan pemberian pohon Siwalan oleh SDN Siwalan untuk ditanam di depan Kantor Kelurahan Siwalan. Tanaman ini ke depan bisa sebagai tenger kelurahan Siwalan. Selanjutnya kelurahan ingin mengembangkan tanaman siwalan, gayam dan asem di semua wilayah kelurahan Siwalan. Program ini mendapat dukungan dari Bapak Nunung Sriyanto Anggota DPRD Kota Semarang. Beliau menyarankan agar mengajukan permohonan bantuan bibit tanaman siwalan, gayam dan asem untuk seluruh RT dan instansi yang ada di kelurahan Siwalan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang. Gayung bersambut, DLH telah ada program konservasi tanaman lendaris kewilayahan sebagaimana dikatakan oleh Indriana Puspita Widyasari, ST,MT Kepala Sub Koordinator Konservasi Keanekaragaman Hayati dalam pertemuan tersebut. Program konservasi tanaman lendaris kewilayahan yang telah dilakukan diantaranya melakukan penanaman bibit taman Johar di sekitar Pasar Johar, penanaman bibit taman mundu di Kedungmundu, penanaman bibit taman gayam di kelurahan Gayamsari. Oleh karena itu Program Si-Gasem sangat relefan dengan program Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang. Oleh karena itu DLH siap bekerjasama dengan Kelurahan Siwalan dan SDN Siwalan untuk mewujudkan kelurahan Tematik Si Gasem di Kerlurahan Siwalan Gayamsari Kota Semarang. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada SDN Siwalan dan Kelurahan Siwalan yang telah melaksanakan program DLH tersebut, dan mohon maaf atas keterbatasan DLH untuk mengitifikasikan tanaman tanaman legendaris se Kota Semarang.
Lurah Siwalan Meninjau SDN Siwalan untuk diadopsi menjadi Kelurahan Tematik SiGasem (Siwalan, Gayam, Asem)
Tim Dinas Lingkungan Hidup dan Tim Kelurahan Siwalan Meninjau Pembudidayaan tanaman Siwalan, Gayam dan Asem di SDN Siwalan
Foto Bersama Sebelum Tim dari DLH dan Tim Kelurahan Siwalan Meninggalkan SDN Siwalan

SDN SIWALAN PEDULI LINGKUNGAN MENGEMBALIKAN SITUS MBAH SIWALAN DI POLITEKNIK PEKERJAAN UMUM DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI JADI KOTA SEMARANG DAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2025

SDN Siwalan Kota Semarang memiliki visi “Terwujudnya Pelajar Pancasila Yang Taat, Sehat, Berkarakter Kuat, Berprestasi Hebat dan Peduli Lingkungan”. Dalam membentuk siswa berkarakter kuat dan peduli lingkungan, setiap tahun bertepatan peringatan Hari Jadi Kota Semarang dan Hari Pendidikan Nasional telah diprogramkan Outing class Mengenal Tokoh dan Pendiri Kota Semarang. Pada Tanggal 06 Mei 2025 SDN Siwalan melaksanakan outing class dalam rangka Hari Jadi Kota Semarang dan Hari Pendidikan Nasional dengan ziarah ke makam Tokoh dan Pendiri Kota Semarang, yaitu ke makam Eyang Siwalan, KH Sholih Darat dan Ki Ageng Pandanaran dan Lawang Sewu. Kegiatan yang dilakukan penjelasan sejarah, pesan moral dan ditutup dengan tahlil dan doa. Kegiatan ini diikuti 112 Siswa kelas IV dan V dan 8 pendamping. Kegiatan pertama, mengunjungi makam Eyang Siwalan yang ada di Politeknik Pekerjaan Umum. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenalkan siswa sejarah asal mula kelurahan Siwalan dan mengenalkan tokoh Mbah Siwalan. Siwalan, merupakan salah satu nama kelurahan di Kecamatan Gayamsari. Kelurahan Siwalan berdiri tahun 1992 yang sebelumnya merupakan pecahan dari kelurahan Sambirejo. Pemilihan nama siwalan tidak lepas dari sebuah makam kramat Eyang Siwalan. Adapun kampung Siwalan sendiri merupakan bagian kampung karangingas. Kampung asli Siwalan wilayahnya dari jalan Ateri sampai TK, Jln Karang ingas sampai jalan tol. Disebut Eyang Siwalan, karena di tepi makan terdapat satu pohon siwalan tua. Makam ini banyak dikunjungi orang untuk ziarah, mencari berkah dan mencari ketenangan. Diceritakan Ustaz Sanusi, bahwa dirinya telah menyertai Al Marhum Mbah KH Juri Al Mujadid Alhafid dari Mlati Baru berziarah ke makam Mbah Siwalan lebih dari lima kali. Mbah KH Juri al Mujahid sendiri merupakan seorang kyai yang memiliki ilmu kebatinan yang tinggi. beliau ketika berziarah ke Mbah Siwalan menyebutnya Mbah Abdurrahman dalam hadhoroh tawassulnyanya. Beliau menceritakan bahwa Mbah Abdurrahman Siwalan merupakan seorang alim salah satu penderek Pangeran Diponegoro yang ditugaskan untuk menjaga rumah senjata di kampung itu sambil ngajar ngaji sampai meninggal. Beliau terkenal memiliki ilmu hikmah yang tinggi. Dalam Kunjungannya ke makam Eyang Siwalan peserta di sambut baik oleh Bu Shesa Dida Filantri Kasubag Keuangan dan Umum Politenik PU dan mengajak siswa sebelum meninggalkan kampus Politeknik PU dengan melakukan touring campus melihat praktik tehnik membangun Jembatan, juga melihat lihat aneka satwa yang ada di lingkungan kampus. Disini beliau menawarkan lebih lanjut untuk Politeknik PU bisa digunakan untuk sarana belajar siswa SDN Siwalan untuk memotivasi siswa bisa menjadi teknisi pembangunan gedung, jembatan, jalan dan lain lain yang baik. Sebelum prosesi ziarah, Muhammad Ramadhan dan Ibrahin Azka mewakili siswa SDN Siwalan menyerahkan bibit siwalan kepada Politeknik PU yang di wakili Shesa Dida F. Muhyidin, Kepala SDN Siwalan mengatakan penyerahan bibit siwalan oleh siswa ini di maksudkan untuk mendidik agar siswa memiliki kepekaan terhadap lingkungan. Dimana pada saat ini situs pohon siwalan yang ada di samping makam Eyang Siwalan sebagi tenger nama wilayah siwalan sudah tidak ada lagi karena dipotong waktu pengurukan untuk pembangunan pokliteknik ini. Dengan penyerahan bibit siwalan ini mohon bisa ditanam di dekat makam agar situs pohon siwalan kelak bisa kembali terwujud dan menjadi tenger wilayah Siwalan Gayamsari Semarang. Selesai dari Makam Mbah Siwalan kegiatan dilanjutkan dengan Ziarah ke Makam Sholih Darat, ke Makam Kiageng Pandanaran dan di akhiri dengan berkunjung ke Gedung Lawang Sewu. Kegiatan ini bertujuan menanamkan karakter siswa Bangga Menjadi warga Semarang dengan mengenal kehebatan tokoh dan pendiri serta warisan budaya yang ada di Kota Semarang.